Assalamu’alaikum^^

Jumpa lagi bersama saya, AIDAADIAAADI. Apakahh..,. ?*Efek Ba’da Ujian.

Setelah sekian lama ga menyentuh blog ini, ehm…terakhir kali buka, pas buat nih blog#gubbrak-_-. Sebenarnya, ada banyak hal yang ingin saya beberkan kepada saudara-saudariku di penjuru tanah air*nyampe g y…? hhe. Peace. Kesempatan malam ini, berhubung besok ga ada ujian dan lusa libur. Inilah waktunya membagi kisah perjuanganku masuk dan menetap di IKK. IKK..? makhluk apalagi tuh..? Lets Check this out!

*Kedua kali nulis paragaraph ini karna kehapus :’(,. Cerita ini berawal ketika saya duduk dikelas 2 di salah satu sekolah menengah tersohor di Bogor dan booming2 pembicaraan tentang cita-cita di kelas membuat saya berpikir,. dan berpikir tentang kejelasan cita-cita saya. Setelah booming tersebut memuncak, saya memiliki azam kuat bahwa kelak, saya akan menjadi seorang arsitek dan hal ini tenyata sesuai dengan hasil psikotest pertama yang menyatakan bahwa saya memiliki kecendrungan dengan alternatif kedua yakni menjadi seorang arsitek, walaupun alternatif pertamanya Dokter*WOW.. Masih bingung sama cita-cita? coba deh ikutan psikotest.. Setelah saya menjalani kehidupan di kelas 2, waktunya saya naik ke kelas 3 dan bayang-bayang memperebutkan pensil, penghapus dan pengserut di rumah maupun di supermarket pun berkecamuk. Udah kelas 3 lagi..?heh? lagi-lagi harus nyiapin UJIAN NASIONAL. Di samping gejolak UN yang dihadapan mata, test masuk universitas pun masuk area hadapan mata. Dengan azam yang kuat, saya memutuskan untuk mengikuti Les SIMAK guna lolos dan masuk ke Arsitektur. Akhirnya, setelah hasilnya diumumkan, Allah masih punya rencana indah lainnya. Beberapa bulan kemudian, pengumuman adanya USMI pun digaungkan seantero SMA dan siswa-siswi berbondong bondong mengambil formulir tersebut bagaikan ikan teri kejatuhan cacing beku. Hal pertama yang ada dibenak saya, apakah..saya harus masuk ipb? Pikiran bosen dan bingung pun berasosiasi.Finally, saya mengambil formulir itu juga dan saya ingin masuk arsitektur juga. Namun, setelah penginterpretasian panjang2222 terhadap informasi yang didapatkan, diketahui klo fisika mendominasi jurusan Arsitektur*NOONONO, sehingga saya memilih IKK sebagai pilihan pertama dengan bermodalkan pertimbangan: Saya suka mengamati perilaku orang lain dan bermain dengan anak-anak. So, gw bangetlah plajarannya #buku sakti sarjana IPB.

So, IKK….Ehmm, apalagi yang bakalan saya pelajari.#Buka buku lagi memastikan saya tidak salah masuk. Heeumm, baca berulang-ulang*heuuuummmmmm. Masih agak abstrak. 1 bulan kemudian, hari pertama saya masuk gerbang IPB dengan memikul sandangan mahasiswa IPB, begitu sangat mengejutkan. Tepatnya di depan GWW, saya terpana melihat mahasiswa lain yang berbaris dengan rapi* secara,. masyarakat Indonesia yang terlihat di TV kan punya kreativitas yang tinggi alias suka buat barisan sendiri. Tapi memang benar sekali saudara saudariku, barisan ini berbeda dengan barisan yang di TV, begitu lurus dengan pakaian formal dan jika ada yang tidak menggunakan sepatu akan diminta keluar dari berisan lalu harus segera menggantinya dengan sepatu. Tidak ada suap menyuap di barisan ini baik bentuknya money ataupun pemberian simpati. Penegakkan disiplin seutuhnya hadir menyelimuti proses registerasi ulang IPB. Kurang lebih 2 bulan kemudian, gathering IKK pun diselenggarakan. Kesan pertama, wah…. dikelilingi oleh gender yang sama. Namun, ternyata ada juga minoritas yang berada ditengah kerumunan para wanita. Setelah MPKMB, MPF dan MPD dilewati, banyak pengalaman baru yang saya peroleh terutama dalam hal softskill*kepemimpinan. Dipikir-pikir, kepemimpinan itu sangat penting dimiliki oleh setiap individu utamanya mahasiswa. Kenapa? karena dengan itu, banyaknya tugas yang diberikan dalam kuliah bukanlah tanggungan yang berat namun dijadikan sebagai latihan atau stimulus yang diberikan dosen guna mengasah ilmu yang kita pelajari ketika kuliah.*Hewan aja butuh stimulus, masa manusia ngga butuh.. Masih setuju klo ga ada tugas, hidup kita bakalan lebih happy..? Mungkin terkadang terbersit dibenak kita, tapi.. yasudh karena saya adalah mahasiswa yang bertanggung jawab, maka saya akan siap dengan tugas maupun tantangann yang mungkin akan dihadapi. Back to IKK. IKK….? mungkin masih ada yang belum mengenal salah satu departemen di Fakultas Ekologi Manusia ini, mungkin karena tergolong departemen muda,iklannya belum nyampe ke antero indonesia atau anda kurang update sama info akademik..? Hayo, mari bersama-sama muhasabah diri dulu…

IKK kepanjangan dari Ilmu keluarga dan konsumen merupakan 1-1 depertemen yang ada di Indonesia*Big Applause. Untuk lebih rincinya, coba buka www.ikk.fema.ipb.ac.id* Selamat memahami IKK^^. Selama kurang lebih 2 tahun saya belajar di IKK, saya mendapatkan banyak ilmu yang mungkin bisa dikatakan bahwa saya tidak akan mendapatkan ilmu serunut dan serinci ini di sekolah informal. Semua Ilmu IKK merupakan bekal yang sangat berarti dalam menjalani kehidupan keluarga nanti. Contohnya yakni ilmu psikologi anak, tumbuh kembang manusia, pendidikan karakter dan lain sebagainya. Di IKK, persepsi saya mengenai faktor penyebab mengapa negara Indonesia masih dikatakan berkembang dan kini mengalami kebobrokan, bergeser 90 derajat. Awalnya saya berpikir bahwa kebobrokan negara Indonesia saat ini disebabkan oleh pemerintah Indonesia yang kinerjanya buruk sehingga tidak menjadi teladan yang baik bagi bangsanya sehingga kebobrokan tersebut secara tak langsung mentrasnfernya ke bangsanya. Namun nyatanya, akar permasalahan yang menimbulkan adanya kebobrokan tersebut bukan berasal dari pemerintah, tapi berasal dari ketidakberkualitasan keluarga-keluarga Indonesia. Kenapa saya dapat mengatakan seperti itu..? karena dosen saya mengatakan seperti itu,. Lhoch..? Begini, berdasarkan Teori Tumbuh Kembang Manusia dapat dijelaskan bahwa perkembangan manusia (emosi,sosial, kognitif,etc) akan optimal jika dibekali pertumbuhan yang optimal. Adanya label bold klo setiap keluarga memiliki sifat terbuka yang artinya sangat dipengaruhi oleh ketidakpastian lingkungannya, membuat institusi keluarga memang harus benar-benar diperhatikan, karena klo asal-asalan ngbuat dan disertai ketidakbertanggunjawaban akan menyebabkan dampak yang sangat besar bagi individu di dalamnya maupun disekitarnya.

Salah satu teori tumbuh kembang dari Bapak Freud mengatakan bahwa 5 tahun pertama pada anak adalah masa yang krusial, penting dan kritis. Kenapa..? karena pada umur tersebut diyakini jika seorang anak tidak mendapatkan stimulus dan pengajaran dari pengasuhnya terutama orangtuanya pada tahapan oral,anal, phalic,latent, genital, maka akan ada penyimpangan perilaku yang akan berdampak pada anak ketika dewasa kelak. Dampaknya kya apa…? pernah liat tawuran anak sd-mahasiswa bahkan bapakk, free sex, pembunuhan di media cetak atau elektronik? Nah itu semua adalah contoh kasus yang diakibatkan karena pengasuhan di dalam keluarga yang tidak baik. Nah lho…? Kesalahan pengasuhan yang dilakukan pada anak dimasa kecilnya akan berdampak begitu besar….!So, jangan main2 buat anak dan ngasuh anak..*untuk penjelasan lebih detailnya silahkan liat di posting-an lainnya.

Now, klo melihat keluarga-keluarga di sekeliling kita terutama menengah kebawah dimana untuk memenuhi kebutuhan pokok anggota keluarganya saja tidak berdaya, bagaimana mau bekembang. Fenomena yg miris ini harus dijadikan semangat baru bagi calon atau kepala keluarga yang berperan sebagai bread winner(pencari nafkah utama) untuk berusaha kuat untuk menopang terpenuhinya kebutuhan keluarga baik fisik,psikis, sosial.Setuju..?

Itu adalah salah satu hal kecil yang saya pelajari di IKK dan ilmu itu hanya saya dapatkan selengkapnya di bangku kuliah. So, buat yang merasa mampu untuk masuk ke bangku kuliah karena akademiknya OK,.ga salah kok masuk IKK…! Buat saudara-saudariku lainnya yang g mampu dalam hal akademik, semangat menciptakan suatu karya di luar sana..! *kami sangat menghargai dan menghormatinya dan expecially buat yang kecemplung di departemen ini, jangan berkecil hati saudara-saudariku, karena…. anda g salah masuk dan ga bakal rugi masuk departemen ini,. pikiran anda tentang dunia akan berubah dan terbuka mengenai penyebab, alasan maupun penanggulangan terhadap kondisi dunia saat ini yang sebagiannya porak-poranda.

Finally, ingatlah bahwa sesungguhnya keluarga adalah unit sosial terkecil dalam masyarakat namun jadi penentu maju mundurnya suatu bangsa maupun negara dan setiap individu memiliki tanggung jawab hak dan kewajiban untuk hidup sejahtera. Semangat menyiapkan sdm yang berkualitas dan menciptakan keluarga yang sejahtera…! 😀

Finally, i got my username and password portal ipb,.hump..make blog again*mudah2ann ini blog nasibnya g sama kya blog yg lain.hha. Axa2 fighting!

assalamu’alaikum,, test 1..2..3…masa2 mencoba mengedit blog. ehm… rada bngung juga mo nulis apa >_< . Mencoba sesuatu yang baru? knapa ngga,. walaupun awalnya mungkin akan melakukan kesalahan, tapi maklumi dan jadikan sebagai suatu pengalaman. hha.